Tampilkan postingan dengan label PALESTINA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PALESTINA. Tampilkan semua postingan

Rakyat Gaza Perlu Bantuan Mendesak dari Semua Bangsa

Reruntuhan rumah warga palestina, akibat serangan brutal Zions Israel
Reruntuhan rumah warga palestina, akibat serangan brutal Zions Israel

Menteri Palestina dalam sebuah pernyataan meminta masyarakat internasional untuk membantu Pemerintah Persatuan Palestina dalam mengatasi bencana dan situasi di Gaza.

"Kita harus menghentikan semua ini. Dan kita meminta seluruh dunia ... menghentikan kekerasan ini dan segera membuat gencatan senjata saat ini, bukan besok, di menit ini, karena situasi ini akan ... [menjadi] bencana bagi seluruh warga kami di Jalur Gaza," kata Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina, Mofid al-Hasayna dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Rabu, 30/07/14.

lebih lanjut dikatakannya, kondisi hidup rakyat Gaza sangat menyedihkan karena Israel terus melakukan serangan membabi buta.

Informasi terakhir mengatakan, sekitar 4.987 rumah warga Palestina hancur pada Senin (28/7/14), sementara jumlah total 26.270 rumah tusak berat, dan 4136 tidak bisa dihuni lagi.

"Anda menyaksikan orang-orang tidur di rumah sakit, tidur di sekolah ... sekarang banyak orang yang hidup di jalanan. Ini sangat menyedihkan. Seharusnya tidak terjadi seperti ini bagi rakyat Palestina. Keadaan kami sangat, sangat sulit, " pungkas Menkeu.

"Kami mencoba membantu warga, tapi situasinya sangat sulit karena kami tidak memiliki ... bangunan menjaga [pengungsi]. Mereka di sekolah .... masalahnya adalah lebih besar dari kita, bahkan lebih besar dari pemerintah, " lanjut al-Hasayna.

Hamas Minta Hizbullah Bantu Perlawanan Palestina

Moussa Abu Marzouk, Hamas’ Political Bureau Deputy Chairman.jpg
Moussa Abu Marzouk, Hamas’ Political Bureau Deputy Chairman.jpg

Geraan Perlawanan Islam Hamas meminta gerakan Perlawanan Hizbullah Libanon untuk bergabung dengan mereka dalam melawan Israel setelah serangan Israel di Gaza memasuki minggu ketiga.

"Kami berharap Perlawanan Libanon (Hizbullah) bersama-sama kita melawan formasi ini [Israel]," kata wakil kepala biro politik Hamas Mousa Abu Marzouk kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, Selasa, 30/07/14.

"Tidak diragukan lagi bahwa perlawanan Libanon akan banyak membawa arti," tambahnya.

Sebelumnya, pemimpin Hizbullah Sayyed Hasan Nasrallah dalam pidato Yamul Quds beberapa hari lalu berjanji akan berdiri berdampingan bersama Gerakan Perlawanan  Palestina dalam melawan Israel di Gaza.

"Hizbullah dan perlawanan Libanon akan berdiri bersama perlawanan rakyat Palestina beserta hati kita, tekad, harapan dan takdir," kata Nasrallah dalam pidatonya pekan lalu.

Morales Sebut "Negara" Israel Rezim Teroris

Tembakan arteleri Zionis Israel ke Gaza yang terkepung
Tembakan arteleri Zionis Israel ke Gaza yang terkepung

Pemerintah Bolivia dengan tegas mendeklarasikan bahwa Israel adalah "negara" teroris dan mencabut perjanjian pembebasan visa dengan Tel Aviv sebagai protes atas serangan Israel di Jalur Gaza.

“Kita menyatakan (Israel) sebagai "negara" teroris," kata Presiden Evo Morales saat berbincang-bincang dengan sekelompok guru di kota Cochabamba, Rabu (30/7/14).

Menurutnya, serangan Israel terhadap Jalur Gaza menunjukkan bahwa Israel mengingkari prinsip-prinsip untuk menghormati kehidupan dan ajaran dasar hak yang mengatur hidup berdampingan secara damai dan harmonis dalam masyarakat internasional.

Perjanjian pembebasan visa yang ditandatangani pada tahun 1972 antara Bolivia dan Israel memungkinkan bagi entitas Zionis Israel untuk melancong ke negara itu bebas visa.

Awal bulan ini, Presiden Bolivia juga meminta Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan menuntut Israel atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tindakan tegas itu dilakukan Morales ketika serangan udara Israel terbaru menghantam di sebuah pasar padat penduduk di dekat Kota Gaza menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai puluhan lainnya.

Hamas dan Israel Setuju Gencatan Senjata 12 Jam

Korban serangan ke Gaza, banyak anak dan wanita
Korban serangan ke Gaza, banyak anak dan wanita

Gerakan perlawanan Hamas dan Israel sepakat mengadakan gencatan senjata 12 jam yang ditengahi PBB.

Pada Jumat (25/7/14), kedua belah pihak setuju melaksanakan gencatan senjata yang akan dimulai pukul 07:00 waktu setempat di hari Sabtu (26/7).

Gencatan senjata sementara itu akan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung.

Hamas mengatakan, setiap gencatan senjata abadi dengan Tel Aviv harus dengan syarat pencabutan pengepungan Gaza dan pembebasan para tahanan Palestina.

Pada 8 Juli lalu, pesawat-pesawat tempur Israel menyerang Jaur Gaza. Lalu pada 17 Juli, ribuan tentara Israel melancarkan invasi darat ke Jalur yang padat penduduk itu.

PBB: Satu Anak Gaza Terbunuh Per Jam

Anak anak korban genosida Zionis Israel di Gaza yang terkepung.jpg
Anak anak korban genosida Zionis Israel di Gaza yang terkepung.jpg

PBB mengatakan, setidaknya satu anak Palestina tewas setiap sejam dalam perang yang dikobarkan Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Dalam sebuah laporan baru hari Rabu (23/7/14), PBB mengatakan, "Satu anak tewas setiap jam di Gaza dalam dua hari terakhir."

Sementara 74% dari korban adalah warga sipil dan sepertiga dari mereka yang adalah anak-anak.

Badan-badan internasional dan kelompok HAM juga mengatakan, warga sipil  menjadi mayoritas korban perang yang sedang berlangsung.

Kepala HAM PBB, Navi Pillay mengatakan dalam sidang darurat menanggapi serangan Zionis di Gaza mengatakan, tindakan militer Israel di wilayah Gaza yang miskin merupakan sebuah kejahatan perang.

Sejauh ini, Israel terus menggempur Jalur Gaza dalam 16 hari terakhir.

Pada hari Rabu saja (23/4), lebih dari 30 orang tewas saat Israel melakukan serangan terbaru di wilayah Palestina. Israel bahkan menyerang dua rumah sakit.

Menurut data layanan darurat, jumlah orang tewas sejak serangan Israel 8 Juli lalu mencapai hampir 665 dan lebih dari 4.200 orang terluka.

Hamas Tembak Pesawat Tempur Israel

F-16 Zionis Israel
F-16 Zionis Israel

Sayap militer gerakan perlawanan Palestina (Hamas) mengatakan, pihaknya berhasil  menembak sebuah pesawat tempur F-16 Israel di atas Jalur Gaza.

Brigade Ezzedine al-Qassam mengatakan, jet Israel itu ditembak dengan rudal permukaan-ke-udara di atas kota Deir al-Balah di Gaza tengah pada Rabu pagi (23/07/14).

Sumber-sumber Palestina mengatakan, pesawat Israel ditembak saat akan menyerang sebuah daerah. Para pejuang Palestina juga mengatakan, mereka telah menghancurkan sebuah tank Israel di utara Beit Hanoun.

Sejauh ini, militer Israel belum mengeluarkan komentar resmi tentang insiden itu.

Gerakan perlawanan Palestina mengatakan, mereka telah menewaskan lebih dari 50 tentara Israel. Tapi Israel menutup-nutupi jumlah korban pada publik karena akan mengurangi dukungan masyarakat Zionis dalam perang jahat ini.

Tragis! 733 Warga Palestina Tewas dalam 17 Hari

Gaza dibawah serangan Zionis Israel
Gaza dibawah serangan Zionis Israel

Setidaknya 733 warga Palestina tewas dan 4.605 lainnya terluka dalam 17 hari serangan udara dan darat Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Pada hari Kamis (24/7/14), dalam serangan terbaru Israel, 40 warga Palestina tewas. Ini membuat angka mereka yang tewas dalam agresi brutal Israel mencapai 733 orang.

Serangan itu dilakukan di kota Khan Yunis serta ingkungan Shojaiya dan Zeytoun. Sejumlah anak-anak di sana juga tewas.

Menurut perkiraan kelompok HAM Palestina, 81 % dari mereka yang tewas di Gaza sejak serangan Israel adalah warga sipil.

Tel Aviv telah menyerang 3.250 lokasi di Jalur Gaza, meluluhlantakkan hampir 500 rumah dan merusak 2.644 lainnya.

Laporan juga menunjukkan, 120.000 warga Palestina menjadi pengungsi.

Pejabat PBB mengatakan, 70 % warga Gaza tidak memiliki akses terhadap air bersih, seperti sumur.

PBB mengatakan, pasukan Israel membunuh seorang anak Palestina per jam selama dua hari terakhir ini.

Sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, melancarkan serangan balasan terhadap Israel. Sirine peringatan mengaung di Sderot dan Ganim setelah roket dari Gaza mendarat di Israel.

al-Sharq: Uni Emirat Arab Danai "Israel" Serang Gaza

Peta Uni Emirat Arab
Peta Uni Emirat Arab

Rezim monarki Uni Emirat Arab (UEA) sudah tahu sebelumnya tentang rencana "Israel" menyerang Gaza, dan bahkan menawarkan untuk mendanai operasi yang memungkinkan pihak militan Palestina, Hamas, dienyahkan, klaim saluran berita zionis, Channel 2, dalam sebuah laporan baru-baru ini, menurut harian lokal Arab, al-Sharq.

Harian itu juga mengatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan hari ini bahwa stasiun televisi zionis itu juga mengungkapkan rincian pembicaraan rahasia antara menteri luar negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan, dengan mitra "Israel"ya, Avigdor Lieberman, di Paris pada akhir bulan lalu.

Keduanya bertemu diam-diam di Paris, di sela-sela pertemuan pertemuan menteri luar negeri negara-negara Dewa Kerjasama Teluk (GCC) dan Yordania dengan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. Menteri Luar Negeri zionis "Israel" juga berada di kota itu.

Pertemuan tersebut membahas situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina.

Al-Sharq mengatakan, UEA mengetahui rencana aksi militer "Israel" di Gaza sebelumnya dan al-Nahyan, dalam pertemuannya dengan Lieberman, menyatakan keinginan negaranya untuk mendanai serangan "Israel" ke Gaza karena berharap gerakan Hamas akan dapat dilenyapkan mengingat hubungan dekatnya dengan Ikhwanul Muslimin.

Menurut al-Sharq, Channel 2 melaporkan bahwa baru beberapa hari lalu, terjadi pertemuan antara Sheikh Abdullah dan seorang menteri "Israel" di Abu Dhabi. Penasihat Keamanan Sheikh Abdullah yang bernama Mohamed Dahlan, juga ikut hadir. Dahlan, warga Palestina, adalah mantan anggota Fatah yang diusir dari partai dan Gaza, dan kini menjadi antek UAE yang hidup mewah di sana.

Pejuang Palestina Hancurkan Tank Israel Lagi

Tank Markava Zionis Israel, menuju kehancuran di Gaza.jpg
Tank Markava Zionis Israel, menuju kehancuran di Gaza.jpg

Mereka mengatakan mereka telah memukul enam tank Israel dengan granat roket sejak Kamis (17/7/14), ketika Israel meluncurkan serangan daratnya ke Gaza.

Perang di Gaza telah menjatuhkan korban pada militer Zionis Israel, ketika pejuang Palestina meningkatkan serangan balasan.

Dua tentara Israel tewas dalam bentrokan di dan sekitar Jalur Gaza, Sabtu (19/7).

Militer Israel mengatakan kematian terbaru menjadikan jumlah korban tujuh tentara. Namun, Hamas telah mengatakan kepada Press TV bahwa para pejuang perlawanan Palestina telah menewaskan puluhan tentara Israel dalam bentrokan terpisah dan juga telah menyita senjata dari mereka.

Sementara itu, lebih banyak roket pembalasan telah diluncurkan dari Jalur Gaza jauh ke kota-kota Israel termasuk Tel Aviv, Ashdod, Eshkol, dan Ashkelon.

Lebih dari 1.700 proyektil telah diluncurkan dari Gaza dalam waktu kurang dari dua minggu. Hamas mengatakan siap untuk konflik yang berkepanjangan dan terus menimbun senjata.

Lebih dari 350 orang telah tewas dalam serangan Israel dan hampir 2.700 terluka sejak 8 Juli.

Hamas: Gencatan Senjata Usulan Mesir Terlahir Mati

Mushir Al-Masri, Tokoh Hamas.jpg
Mushir Al-Masri, Tokoh Hamas.jpg

Seorang pejabat senior Hamas menggarisbawahi bahwa Hamas tidak berencana melakukan gencatan senjata dengan Israel.

"Gencatan senjata yang diusulkan Mesir terlahir mati," kata Mushir Al-Masri.

Al-Masri juga mengkritik Kementerian Luar Negeri Mesir itu dan berkata, "Rencana ini diajukan secara sepihak untuk kepentingan pihak Israel."

Ia mencatat, gencatan senjata membutuhkan garansi internasional agar musuh tetap berkomitmen sesuai ketentuan. Sementara ketentuan yang harus dipertimbangkan dalam perjanjian gencatan senjata tersebut adalah penghapusan blokade Gaza.

Al-Masri menegaskan kambali bahwa Hamas siap membela bangsa Palestina dengan semua perangkat yang dimilikinya.

Pasukan Perlawanan Gaza Luncurkan Rudal Canggih

Roket Palestina, diluncurkan ke daerah pendudukan Zionis Israel.jpg
Roket Palestina, diluncurkan ke daerah pendudukan Zionis Israel.jpg

Brigade Quds Palestina merilis sebuah video peluncuran rudal baru yang lebih kuat di Jalur Gaza.

Rudal baru yang bernama  Baraq-100 itu ditembakkan ke arah instalasi militer rezim Israel di wilayah Natanya di wilayah-wilayah pendudukan, al-Alam melaporkan pada Senin (14/7/14).

Seiring hujan bom Israel di Jalur Gaza, gerakan perlawanan mulai menembakkan jenis baru proyektil tersebut ke wilayah-wilayah pendudukan Zionis.

Serangan mematikan pasukan Zionis sejauh ini telah menewaskan hampir 175 warga Palestina dan 2.000 lebih lainnya terluka. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak karena banyak daerah menjadi target pasukan rezim Zionis adalah rumah, masjid dan rumah sakit.[IT/r]

Lihat video di: http://en.alalam.ir/news/1611153

Suprise Palestina: Unmanned Drone

Pejuang Palestina dan drone.jpg
Pejuang Palestina dan drone.jpg

Gerakan perlawanan Palestina di Gaza meluncurkan sebuah drone (pesawat tak berawak) yang berhasil memasuki wilayah-wilayah pendudukan. Ini kejutan baru dalam sejarah perjuangan Palestina melawan Israel.

Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, mengumumkan pada Senin (14/7) bahwa mereka telah mengirim drone yang melakukan misi khusus di atas markas pertahanan Israel di Tel Aviv.

Sebelumnya, al-Qaasam mengatakan phaknya tengah mengirim beberapa drone untuk melaksanakan misi di dalam wilayah Israel.

Tapi media Israel mengklaim bahwa drone kiriman Gaza telah ditembak jatuh oleh rudal Patriot. Dan Angkatan Laut Israel sedang mencari sisa-sisa drone yang dicegat di area terbuka dekat pantai Ashdod, Jerusalem Post melaporkan.

Drone tersebut membuat sirine Code Red mengaung di kota.

Sementara serangan roket gerakan perlawanan ke wilayah-wilayah pendudukan juga terus berlanjut pada Senin pagi.

Hamas: Israel Akan Bayar Mahal Kejahatannya

Sami Abu Zuhri, Jubir Hamas
Sami Abu Zuhri, Jubir Hamas

Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, memperingatkan akan membalas serangan Israel terhadap warga Palestina.

"Israel akan membayar mahal kejahatannya terhadap warga Palestina," kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri pada Minggu (13/7/14). "Hamas siap untuk segala kemungkinan," tambahnya.

Abu Zuhri lebih lanjut mengatakan Israel sengaja menargetkan warga sipil.

Peringatan itu muncul seiring terus berlangsungnya serangan Israel ke Jalur Gaza yang kini memasuki hari keenam. Serangan udara Israel terbaru telah menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina di Gaza.

Pejabat itu lebih lanjut mencatat, kekejaman Tel Aviv tidak akan mematahkan kehendak rakyat Palestina.

"Palestina hanya membela diri..." kata Abu Zuhri.

Sebelumnya, sumber-sumber Palestina mengatakan jet tempur Israel telah menargetkan hampir 200 target dalam 24 jam terakhir.

Setidaknya 170 orang tewas dan lebih dari 1.150 lainnya terluka di Gaza sejak Israel memulai serangan pada Selasa (8/7).

Empat tahun lalu, serangan delapan hari Israel di Jalur Gaza yang berakhir tanggal 21 November 2012 telah merenggut nyawa 160 lebih warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Seementara 1.200 lainnya luka-luka.

Sheikh Qassem: Perlawanan Palestina Akan Menang Seperti di Libanon

Sheikh Naim Qassem, Hezbollah Deputy Secretary-General
Sheikh Naim Qassem, Hezbollah Deputy Secretary-General

Wakil Sekjen Hizbullah, Sheikh Naim Qassem mengatakan pada Minggu (13/7/14) bahwa kriminalitas Zionis terhadap rakyat Palestina di Gaza "mengungkapkan bahaya sejati Israel terhadap kemanusiaan yang telah membunuh anak-anak, perempuan dan warga sipil, menghancurkan rumah-rumah penduduk, dan mengganggu kehidupan sosial secara keseluruhan."

Sheikh Qassem menilai, agresi Zionis yang terus berlangsung menunjukkan bahwa entitas Zionis adalah penyebab krisis dan perang. Rezim Zionis tak layak hidup di wilayah itu karena terus membunuh dan menggusur orang yang tidak bersalah.

Ia mengungkapkan bahwa kejahatan Zionis ditutupi oleh pemerintah AS. Bahkan Sekjen PBB hanya mencukupkan diri dengan mendesak Palestina menghentikan serangan dan menyeru Netanyahu untuk menahan diri saja.

"Orang-orang Palestina yang berjuang di Gaza sedang mengalami perang nyata, di tengah kebisuan memalukan pejabat Arab...tapi perlawanan Palestina yang gagah berani...akan menang seperti kemenangan dalam dua perang sebelumnya dan seperti perlawanan Libanon karena mempertahankan tanah dan berada di jalan yang benar, "kata Sheikh Qassem.

Pejuang Palestina Gagalkan Serangan Darat ke Gaza

Komando AL Zionis Israel, gagal menyusup ke Gaza.jpg
Komando AL Zionis Israel, gagal menyusup ke Gaza.jpg

Komando Angkatan Laut Israel menggelar serangan darat pertama ke Jalur Gaza untuk menghancurkan sebuah tempat peluncuran rudal tapi aksi itu dihentikan oleh pejuang Palestina.

"Empat komando Angkatan Laut Israel terluka dalam bentrokan dalam serbuan singkat Minggu pagi (13/7/14) untuk menghancurkan sebuah situs peluncuran roket di Gaza utara,” kata militer Israel.

Pasukan Israel kemudian kembali ke wilayah semula.

Hamas juga mengatakan, para pejuangnya telah menembaki pasukan Zionis di lepas pantai.

Sebelumnya, serangan udara Zionis menghantam sebuah pusat penyandang cacat di Gaza dan menewaskan dua pasien serta melukai empat warga Palestina.

Israel telah melakukan 1.200 serangan udara dalam serangan enam harinya dan mencoba  mengurangi kemampuan Hamas untuk menembakkan roket ke Israel. Hamas sendiri telah menembakkan hampir 700 roket dan mortir ke Israel dalam pekan ini.

Serangan Israel Terus Berlanjut, Hamas Tembakkan Roket

Gaza - gambaran kekejaman Zionis Israel
Gaza - gambaran kekejaman Zionis Israel

Israel terus melanjutkan agresi di Jalur Gaza, meninggalkan 150 lebih kematian warga tak berdosa di daerah itu.

Setidaknya 15 orang tewas dalam serangan terbaru Zionis di Gaza. Gerakan perlawanan Hamas pun meluncurkan serangan balas pada Sabtu (12/7/14).

Pesawat tempur Israel mentargetkan sejumlah lokasi di Gaza, Rafah, Beit Lahia dan Jabalia.

Kamp pengungsi Bureij di jalur Gaza pusat dan Kabupaten Sheikh Radwan juga tak luput dari serangan.

Kebakaran besar terjadi di kawasan industri kota Gaza pasca serangan udara Israel.

Sebagai tanggapan, perlawanan Palestina menembakkan roket ke wilayah-wilayah pendudukan.

Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, meluncurkan setidaknya 10 roket ke  Tel Aviv dan Timur al-Quds (Yerusalem).

Kota Gan Yavne dihantam dengan dua roket setelah Hamas mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan rudal J-80 terhadap Israel.

Hamas Siap Hadapi Serangan Darat Zionis

Pejuang Palestina dan roket yang ditujukan ke Zionis Israel.jpg
Pejuang Palestina dan roket yang ditujukan ke Zionis Israel.jpg

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, gerakan perlawanan Palestina siap menyerang balik pasukan Zionis saat rezim itu menyerang Jalur Gaza lewat darat.

Osama Hamdan, ketua Komite Hubungan Internasional, mengatakan pada Press TV hari Kamis (10/7/14) bahwa Israel mencoba memanaskan situasi demi memulai operasi darat. Tapi, operasi darat itu tak akan mudah Zionis Israel karena perlawanan Palestian sudah siaga menghadapi operasi tersebut.

"Setiap serangan terhadap Gaza akan dijawab. Dan kami akan bereaksi terhadap serangan, apakah itu sebuah roket yang diluncurkan terhadap Gaza atau operasi militer darat," katanya.

Ia menambahkan, jika rezim Zionis memutuskan untuk  melakukan sebuah operasi darat maka mereka akan kehilangan personel yang sangat banyak drai yang mereka bayangkan.

Pejabat Hamas itu melanjutkan, Zionis Israel berani menyerang Palestina karena selama ini mendapat dukungan Amerika.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada komite urusan luar negeri dan militer Knesset bahwa gencatan senjata dengan Palestina tidak ada dalam agendanya.

Lebih dari 95 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas sejak rezim Israel mulai menggempur Gaza tiga hari lalu.

Palestina Tembakkan Roket Pembalasan

Roket Palestina ditembakakan dari Gaza.jpg
Roket Palestina ditembakakan dari Gaza.jpg

Para pejuang perlawanan Palestina terus menembakan roket ke kota-kota Israel sebagai pembalasan serangan Israel di Jalur Gaza.

Roket terbaru Palestina sukses menghantam sebuah bangunan di selatan kota Beer Sheva di Gurun Negev dan melukai seorang entitas Zionis. Kabarnya, kondisinya cukup kritis.

Roket Palestina juga menghantam Askelon dan Negev, sementara ledakan terdengar dalam al-Quds (Yerusalem).

Sementara itu, empat roket M-75 juga sudah ditembakkan ke Ben Gurion Airport, Tel Aviv.

Roket Palestina juga menghantam sebuah stasiun gas di Asdod, melukai delapan orang dan memicu kebakaran besar di sana.

Militer Israel mengklaim bahwa pihaknya berhasil mencegat tiga rudal di atas wilayah metropolitan Tel Aviv.

Tapi realitas membuktikan bahwa sistem rudal Israel yang didanai AS itu sekali lagi gagal mencegat roket-roket pembalasan Palestina ke wilayah-wilayah pendudukan. Kegagalan ini menciptakan kepanikan di anatar entitas Zionis.

Sebelumnya, Hamas memperingatkan bahwa pihaknya siap menghantam balik pasukan Israel jika rezim Tel Aviv meluncurkan serangan darat ke Jalur Gaza.

Hamas Siap Hadapi Serangan Darat Zionis


Pejuang Palestina dan roket yang ditujukan ke Zionis Israel.jpg

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, gerakan perlawanan Palestina siap menyerang balik pasukan Zionis saat rezim itu menyerang Jalur Gaza lewat darat.

Osama Hamdan, ketua Komite Hubungan Internasional, mengatakan pada Press TV hari Kamis (10/7/14) bahwa Israel mencoba memanaskan situasi demi memulai operasi darat. Tapi, operasi darat itu tak akan mudah Zionis Israel karena perlawanan Palestian sudah siaga menghadapi operasi tersebut.

"Setiap serangan terhadap Gaza akan dijawab. Dan kami akan bereaksi terhadap serangan, apakah itu sebuah roket yang diluncurkan terhadap Gaza atau operasi militer darat," katanya.

Ia menambahkan, jika rezim Zionis memutuskan untuk  melakukan sebuah operasi darat maka mereka akan kehilangan personel yang sangat banyak drai yang mereka bayangkan.

Pejabat Hamas itu melanjutkan, Zionis Israel berani menyerang Palestina karena selama ini mendapat dukungan Amerika.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada komite urusan luar negeri dan militer Knesset bahwa gencatan senjata dengan Palestina tidak ada dalam agendanya.

Lebih dari 95 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas sejak rezim Israel mulai menggempur Gaza tiga hari lalu.