IRGC
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, 09/02/14, menggarisbawahi kesiapan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Iran, khususnya Garda Revolusi dan kekuatan Basij (relawan), dan mendesak pihak kementerian luar negeri untuk memberi respon yang keras terhadap omong kosong yang dilontarkan pejabat AS.
Wakil Menlu AS, Wendy Sherman, pada hari Selasa kemarin, melontarkan pernyataan yang menghina Iran dan kesepakatan nuklir yang baru-baru ini ditandatangani oleh Iran dan enam kekuatan dunia. Lima hari sebelumnya, bos pejabat itu, John Kerry, lagi-lagi mencederai kesepakatan itu sambil memperbaharui ancaman aksi militer terhadap Iran.
"Kemampuan pertahanan Angkatan Bersenjata serta kesiapan penuh IRGC dan Basijis (pasukan relawan) untuk bertindak tegas dan melakukan konfrontasi yang menghancurkan terhadap ancaman apapun telah menyediakan dukungan yang tangguh dan menentukan untuk mempromosikan tujuan dan cita-cita Revolusi Islam di berbagai wilayah, termasuk negosiasi nuklir," kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan dalam momen HUT ke-35 kemenangan Revolusi Islam pada 1979.
Pernyataan IRGC itu juga mendesak kementerian luar negeri Iran untuk memberi respon langsung, transparan, dan tegas terhadap pernyataan omong kosong pihak musuh, khususnya terhadap pernyataan para pejabat AS yang murahan, mengancam, dan lancang baru-baru ini, yang telah dilontarkan berulang kali bahwa 'opsi militer masih di atas meja'.
Menunjuk kekuatan pertahanan dan pencegahan Angkatan Bersenjata serta kesiapan penuh IRGC dan para pemberani Basijis, pernyataan itu melanjutkan, "Tak diragukan bahwa aparat diplomatik negara akan melindungi hak-hak nuklir dan strategis bangsa Iran dalam proses pembicaraan dengan Kelompok 5 +1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman) dalam rangka fleksibilitas heroik dan desakan terhadap prinsip-prinsip, dasar-dasar, dan nilai-nilai revolusi serta perlindungan kepentingan nasional."
IRGC menekankan bahwa ketahanan dan kekuatan nasional merupakan kunci bagi kekuatan serta daya tahan Republik Islam dan revolusi sekaligus menjadi konstituen dan kontributor utama kemajuan bangsa Iran.
"Setelah kemenangan Revolusi Islam dan keluarnya Iran dari lingkaran dominasi AS, sistem bipolar telah terguncang dan logika baru muncul di kancah internasional yang memiliki kapasitas yang diperlukan untuk meluncurkan suatu peradaban global; sebuah logika yang menyuguhkan model sukses dan efisien kepada masyarakat yang bebas dan negara-negara yang sedang berada di ambang milenium ketiga," lanjut pernyataan itu.
Pada hari Kamis, kalangan anggota parlemen Iran menuntut pemerintah memberikan jawaban yang keras terhadap pernyataan terakhir yang dilontarkan sejumlah pejabat AS terhadap Teheran.
Para anggota parlemen dalam sebuah pernyataan pada Kamis kemarin mendesak pemerintah untuk memberi tanggapan yang keras terhadap kata-kata vulgar yang dilontarkan Sherman seputar program nuklir damai Iran.
Sebanyak 190 dari 290 anggota parlemen, dalam sebuah pernyataan bersama yang dibacakan pada sidang terbuka parlemen pagi ini, menggambarkan kata-kata Sherman sebagai omong kosong, seraya mengatakan bahwa ia sedang membicarakan perundingan.
Dalam perkembangan terkait, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Rabu mengecam Sherman karena pernyataannya baru-baru ini terhadap Iran, dan menyarankannya untuk membuat pernyataan dengan berdasarkan realitas.
0 komentar on IRGC Siap Hadapi Ancaman Retorika Perang AS :
Post a Comment and Don't Spam!